Talqin Mayit is a set of reminders and prayers recited for a deceased person immediately after burial. Its purpose is to guide the soul in responding to the questions of the angels Munkar and Nakir in the grave.
Pembaca duduk di arah kepala jenazah dan memanggil nama mayit (Bin Ibunya, atau jika tidak tahu bin Adam) sebanyak tiga kali.
يَا فُلَانَ بْنَ فُلَانٍ (Sebut Nama Jenazah), أذْكُرِ الْعَهْدَ الَّذِي خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا، شَهَادَةَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. Pertanyaan Malaikat:
Bagaimana menurut Anda, apakah Anda ingin saya menambahkan doa khusus setelah talqin atau penjelasan tata bahasa Arab dalam teks tersebut?
Intonasi Suara: Gunakan suara yang jelas, tenang, dan tidak terburu-buru.
: Dilakukan setelah liang lahat ditutup sempurna dengan tanah.
Membaca talqin bagi mayit setelah prosesi pemakaman merupakan tradisi yang umum dilakukan oleh masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia (Nahdlatul Ulama), untuk mengingatkan jenazah mengenai dasar-dasar iman saat menghadapi pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur.
يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ.
Meskipun ada perbedaan pendapat (misalnya sebagian ulama Hanbali tidak menganjurkan), mayoritas umat Islam di Asia Tenggara mengamalkannya sebagai bentuk penghormatan dan tolong-menolong dalam kebaikan.